Langkah kita semakin menjauh, dan mata saya mulai berkaca-kaca.... Saya terluka.
ingat langkah kita sepanjang Braga? menyusuri malam berdua, tanpa rasa, tanpa makna, tapi sarat kenangan..... gedung-gedung tua, dinginnya malam, dan rintik hujan menjadi teman setia kita sepanjang jalan.
malam kedua, kembali hanya berdua, hanya ada saya dan kamu, melangkah tanpa gandeng erat, tanpa banyak kata untuk bicara, kita hanya saling memandang penuh makna, saya dan kamu duduk berhadapan dan malam itu kita mulai bicara rasa, tentang saya, tentang kamu, tentang kita berdua.
Ada malam ketiga di dalam cerita saya dan kamu, dimana saat itu tangan saya dan kamu saling bertaut, hangat nafasmu masih terasa menghembus di pipi saya. malam itu tak ada bicara soal rasa, selain kita menikmati perjalanan kita sepanjang malam di jalan lurus itu dengan saling menggenggam, dan nafasmu terhembus hangat saat mata kita bertemu, mata saya bertemu matamu dalam jarak sejengkal... ya hanya sejengkal.
tiga malam dengan rasa dan makna yang berbeda kita lalui, apa harus berakhir malam ini?
saya punya segudang rindu yang hadir tak tahu malu, saya punya rasa yang tercipta tanpa diminta, dan kita harus melompati jarak, agar rasa yang kita punya terlupa, tapi semua harus dilalui bukan dilompati. tapi apakah bisa setelah semuanya menjadi terbiasa???
tapi semua harus selesai... ada yang menunggumu disana.
" saya sayang kamu"
hai.. hai...
thank's udah mampir.
salam kenal..:p